Tempat Wisata

Harga Tiket Masuk MANGKUNEGARAN PURA September 2023

Harga Tiket Masuk MANGKUNEGARAN PURA September 2023

Pura Mangkunegaran Biaya masuk: 30.000 hingga 50.000 Rp. Jam buka: 09.00 – 15.00. Nomor telepon: 0271-642016. Alamat/Lokasi : Jl. Ronggowarsito No.83, Keprabon, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, 57131

Selama ini Yogyakarta selalu menjadi favorit karena banyaknya tempat wisata dan budayanya yang masih sangat lestari. Salah satu kebudayaan yang masih sangat terpelihara adalah sistem kesultanan yang digunakan dalam pemerintahan. Namun tidak hanya Jogja, Surakarta atau Solo saja yang mengenal sistem kesultanan. Keluarga bangsawan ini tinggal di sebuah istana megah bernama Pura Mangkunegaran.

Candi Mangkunegaran lebih terbuka menerima wisatawan dibandingkan Keraton Kasultanan Surakarta. Banyak wisatawan yang terkagum-kagum dengan bangunan istana ini. Sebab bangunannya mengadopsi budaya Jawa dan Eropa. Bentuk bangunannya khas rumah Joglo dan sebaliknya dipoles dengan gaya Eropa.

Biaya masuk Candi Mangkunegaran Surakarta

Objek wisata ini memiliki tarif masuk yang sangat murah mulai dari Rp 30.000 – Rp 50.000. Namun perlu diketahui bahwa harga tiket untuk pengunjung domestik dan asing berbeda.

Jenis tiket harga tiket
Tiket masuk bagi wisatawan domestik Rp 30.000
Tiket masuk untuk wisatawan mancanegara Rp50.000

Biaya masuk ke Pura Mangkunegaran

Baca: Tempat Wisata Menarik di Solo

Jam buka Pura Mangkunegaran

Tempat wisata ini mempunyai ruangan tersendiri. Setiap bagian memiliki jam bukanya masing-masing. Diantaranya adalah bangunan Candi Mangkunegaran, museum dan perpustakaan.

Hari jam buka
Senin – Rabu dan Jumat – Minggu 09.00 – 15.00 WIB
Gaji Senin dan Kamis 09.00 – 14.00 WIB

Jam buka Pura Mangkunegaran

Berjalan-jalan dan kagumi keindahan Istana Pura Mangkunegaran

Salah satu ruangan di istanaSalah satu ruangan di istana. Foto: Gmap/Bagus Aris

Saat melintasi Jalan Ronggowarsito di kota Surakarta, pengunjung akan melihat sebuah bangunan besar yang berpagar. Istana ini tidak bisa dilihat dari jalan, namun saat masuk Anda akan melihat istana yang megah. Bangunan Joglo dengan halaman luas yang ditumbuhi rumput hijau dan kolam indah berhiaskan patung emas. Dan jika Anda melihat bangunan ini pada malam hari, arsitektur emasnya akan terlihat.

Saat memasuki kawasan pura, pengunjung disambut oleh petugas dan didampingi oleh pemandu. Pengunjung baik sendiri maupun berkelompok didampingi oleh seorang pemandu yang biayanya ditanggung secara sukarela oleh pengunjung. Sebelum memasuki gedung, pengunjung harus melepas alas kaki dan membawanya dalam kantong plastik yang telah disediakan. Aturan bangunan juga dijelaskan kepada pengunjung, termasuk larangan mengambil foto di tempat tertentu.

Baca: Tiket Masuk dan Pesona Keraton Surakarta Hadiningrat

Pura Mangkunegaran terdiri dari beberapa bagian, antara lain Ageng Pendopo, yaitu bangunan terbuka dengan ornamen kuno. Bangunan museum menampung berbagai koleksi Candi Mangkunegaran, termasuk koleksi gamelan berusia 300 tahun. Serta perpustakaan dengan koleksi bahan bacaan lama yang masih dalam kondisi baik. Suasana di kawasan wisata ini sangat tenang meski berada di tengah kota, dan udara sejuk selalu menyelimuti Anda.

Arsitektur Candi Mangkunegaran

Arsitektur indah di koridor istanaArsitektur indah di lorong istana. Foto: Gmap/Ilham Ian

Candi Mangkunegaran dibangun oleh Mangkunegara I pada tahun 1757. Arsitekturnya terdiri dari bagian-bagian megah yang terdiri dari Pamedan, Pendhopo, Pringgitan, Ndalem dan Keputren. Ada Pendopo Ageng yang berukuran 3.500 meter persegi dan berbentuk seperti joglo. Paviliun ini merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia dan mampu menampung 5.000 hingga 10.000 orang.

Kayu yang digunakan sebagai bahan bangunan di sini berasal dari pohon-pohon di hutan Donoloyo Wonogiri. Warna kuning dan hijau yang disebut warna Parianom mendominasi pada bangunan ini. Pada langit-langit pendopo terdapat lukisan batik Kumudowati yang warna-warnanya mempunyai arti berbeda-beda. Ini termasuk kuning, biru, hitam, hijau, putih, oranye, merah dan ungu.

Baca: Tiket Masuk dan Objek Wisata Heritage Palace Solo

Di belakang pendopo terdapat pringgitan berbentuk ngambang kuthuk yang biasa digunakan untuk pertunjukan wayang kulit. Lalu ada ruas Ndalem Ageng seluas 1.000 meter persegi yang dijadikan museum. Selanjutnya adalah Keputren, tempat kediaman keluarga keraton. Ada pepohonan bergaya Eropa klasik, sangkar burung, dan patung-patung yang sangat memukau.

Lihat arsip cetak di perpustakaan

Pemandangan dari depan bangunan Candi MangkunegaranPemandangan dari depan bangunan Candi Mangkunegaran. Foto: Lukisan Gmap/SBP Bagus

Di sini terdapat gedung perpustakaan yang bernama Perpustakaan Rekso Pustoko. Yang didirikan pada tanggal 11 Agustus 1867 pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara IV. Nama Rekso Pustoko berasal dari kata “Rekso” yang berarti penjagaan, pengamanan dan pemeliharaan. Sedangkan “Pustoko” artinya tulisan, surat, dan buku.

Pada mulanya perpustakaan ini berisi buku-buku berbahasa Jawa yang merupakan naskah asli, turunan, atau cetakan. Koleksinya kemudian bertambah pada masa pemerintahan Mangkunegara VII. Buku bagus dalam bahasa Jawa, Inggris, Perancis, Jerman dan Belanda. Karena seseorang menjadi semakin sadar akan pentingnya wawasan yang harus diperoleh pembaca.

Baca: Tiket Masuk dan Wahana PANDAWA WATER WORLD Solo

Baru pada tahun 1980 perpustakaan ini dibuka untuk umum dan diizinkan untuk diakses. Koleksinya telah diperluas hingga mencakup buku, manuskrip tua, foto, dan arsip. Saat ini tempat tersebut memiliki koleksi lain selain buku. Karya mulia Mangkunegara IV antara lain Serat Wedhotomo, Serat Tripomo, Serat Woroyagyo dan Serat Laksita Raja.

Museum Candi Mangkunegaran

Salah satu koleksi yang ada di Museum Candi MangkunegaranSalah satu koleksi di Museum Candi Mangkunegaran. Foto: Gmap/Mudita Sutanti

Di dalam kompleks keraton terdapat Museum Candi Mangkunegaran. Museum ini berisi koleksi benda-benda bersejarah keraton yang dikumpulkan sejak tahun 1926. Dan pada tahun 1968 dibuka untuk umum hanya sebagai objek wisata.

Ada meja dan lemari kaca dengan pedang dari berbagai dinasti. Koleksi lainnya antara lain batu akik, lencana, bambu runcing, dan senjata api. Masih banyak juga benda bersejarah lainnya yang dipamerkan di lokasi ini. Ada juga topeng berbagai bentuk, serta lukisan dan foto keluarga kerajaan.

Lokasi Pura Mangkunegaran

Objek wisata ini terletak di Jalan Ronggowarsito No. 83, Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Source: travelspromo.com

Related Articles

Back to top button