Tempat Wisata

Gua Kiskendo: harga tiket, foto, lokasi, fasilitas dan tempat

Gua Kiskendo: harga tiket, foto, lokasi, fasilitas dan tempat

Pesona wisata yang disuguhkan Yogyakarta seakan tak pernah pudar seiring berjalannya waktu. Provinsi yang berbatasan dengan Samudera Hindia ini terkenal dengan beragam tempat wisata eksotik dan masih dijaga kelestariannya. Salah satu tempat wisata tersebut adalah Gua Kiskendo yang tidak hanya memiliki keindahan alam namun juga sarat akan sejarah.

Gua Kiskendo sangat cocok bagi wisatawan yang menyukai cerita wayang. Dipercaya ada cerita yang menyertai perjalanan gua ini. Menawarkan berbagai keindahan yang terletak pada ornamen-ornamen indah serta stalagmit dan stalaktit yang dapat dinikmati wisatawan. Kekayaan dan ragam ornamen inilah yang menjadi magnet gua ini.

Gua Kiskendo

Lokasi goa ini berada di Jalan Goa Kiskendo, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Untuk mencapai lokasi gua, wisatawan harus menempuh jarak sekitar 33 kilometer atau sekitar satu jam perjalanan dari pusat kota Jogja. Gua ini juga berada tidak jauh dari Gua Kidang Kencana dan Air Terjun Grojogan Sewu.

Untuk menuju lokasi, jika wisatawan datang dari pusat kota Jogja dapat menempuh jalur melalui Jalan Godean kemudian menuju ke Jalan Goa Kiskendo. Aksesnya juga cukup mudah, terdapat petunjuk arah yang memudahkan wisatawan untuk mencapai tempat wisata. Bagi wisatawan yang membawa kendaraan pribadi tidak perlu khawatir karena kondisi jalan sudah baik dan dapat digunakan kendaraan pribadi.

Sejarah Gua Kiskendo

Gua yang terletak 1200 meter di atas permukaan laut ini penuh dengan cerita sejarah tentang wayang. Tak heran jika wisatawan yang tiba di lokasi akan disambut dengan relief cerita wayang di dinding dekat pintu masuk gua. Penduduk setempat juga percaya bahwa tempat ini adalah tempat suci dan suci.

Ada pula mitos yang mengatakan bahwa gua ini dulunya adalah sebuah kerajaan yang diperintah oleh Mahesasura dan Lembusura. Dalam cerita wayang, Mahesasura adalah perwujudan manusia berkepala kerbau, sedangkan Lembusura adalah manusia berkepala sapi.

Gua Kiskendo

Konon Mahesasura terpesona dengan kecantikan Dewi Tara. Mahesasura pun berencana melamar Dewi Tara untuk menjadi istrinya. Rupanya lamaran Mahesasura ditolak oleh ayah Dewi Tara, putri Bathara Indra. Mahesasura marah dan mengajak adiknya Lembusura untuk menghancurkan kayangan dan menculik Dewi Tara.

Dewi Tara dibawa oleh Mahesasura ke gua yang merupakan kerajaannya. Akhirnya untuk menyelamatkan Dewi Tara, para dewa di khayangan memberikan lantunan Pancasona kepada Subali yang sedang bermeditasi. Subali sendiri adalah Resi Gotama yang dikutuk menjadi manusia setengah kera.

Untuk membebaskan Dewi Tara, Subali mengajak kakaknya Sugriwa untuk mencari Mahesasura yang berada di Gua Kiskenda. Subali masuk ke dalam gua sedangkan Sugriwa disuruh menunggu di depan pintu gua. Subali mengatakan, jika keluar darah merah dari pintu masuk goa berarti Mahesasura sudah meninggal. Namun jika keluar darah putih berarti Sugriwa sudah meninggal.

Dengan kesaktiannya, Sugriwa berhasil menyelamatkan dewi Tara dan membunuh Mahesasura dan Lembusura. Namun saat itu darah merah bercampur darah putih mengalir dari pintu masuk gua, membuat Sugriwa yakin Subali telah meninggal bersama Lembusura dan Mahesasura. Akhirnya pintu gua ditutup dengan batu besar dan Sugriwa membawa Dewi Tara kembali ke kayangan.

Ini adalah legenda yang masih dipercaya oleh penduduk setempat. Kisah tersebut telah diwariskan dari generasi ke generasi hingga generasi mendatang. Oleh karena itu, Gua Kiskenda dipercaya sebagai tempat yang sakral dan suci.

Pesona Gua Kiskendo

Selain cerita wayang yang mengelilinginya, Gua Kiskendo juga memiliki pesona alam yang luar biasa. Gua ini memiliki banyak ruangan dan berbagai cabang gua yang rumit. Masih banyak cabang gua yang belum bisa dikunjungi wisatawan karena minimnya penerangan yang memadai.

Sesampainya di lokasi gua, wisatawan langsung disambut dengan relief wayang yang menceritakan kisah Subali dan Sugriwa di dalam gua ini. Ada juga gambar di pintu masuk yang menjelaskan jalannya lorong-lorong di dalam gua. Untuk masuk ke dalam gua, wisatawan harus menuruni tangga yang dibangun pihak pengelola. Selain itu, telah dibangun jalan beton di dasar gua sehingga memudahkan pengunjung menjelajahi setiap jengkal keindahan panorama Gua Kiskendo.

Gua Kiskendo

Saat memasuki Gua Kiskendo, suasana tenang, sunyi dan mencekam langsung terasa. Meski dinding pintu masuk gua diterangi lampu, tidak semua lorong tidak diterangi lampu. Wisatawan hanya bisa mengandalkan senter dan cahaya lampu depan untuk menjelajahi keindahan gua.

Di dalam gua, pengunjung dapat melihat stalagmit dan stalaktit dengan berbagai bentuk dan ukuran yang unik. Terdapat juga ukiran indah di dinding gua, yang tercipta dari fenomena geologi jutaan tahun lalu. Tak jarang suara kelelawar di dinding dan hawa dingin yang menyengat semakin memperkuat suasana mencekam di dalam gua.

Gua Kiskendo memiliki banyak ruangan dengan nama berbeda-beda. Bersama seorang pemandu, wisatawan dibawa menjelajahi tempat-tempat tersebut. Terdapat sebanyak 15 ruangan di dalam gua ini, termasuk Ruang Lidah Mahesasura yang diyakini sebagai tempat Subali memotong lidah Mahesasura hingga tidak bisa hidup kembali.

Ruangan lainnya antara lain Ruang Pertapaan Ledek, Ruang Pertapaan Santri Tani, Pertapaan Subali, Sumelong, Lumbuk Kampek, Selumbung, Seterbang dan masih banyak lagi. Di tengah gua terdapat ruangan yang terdapat tong air. Tong ini berisi air dari stalaktit dengan air yang menetes dari atas. Wisatawan bisa meminum air ini untuk melepas dahaga setelah berjalan melewati gua.

Fasilitas Gua Kiskendo

Fasilitas yang ada di tempat wisata goa ini cukup lengkap. Terdapat tempat parkir, toilet, rumah joglo dan taman bermain anak dengan permainannya. Setelah wisatawan lelah menjelajahi keindahan Gua Kiskendo, wisatawan dapat bersantai sejenak di Rumah Joglo.

Di sini juga terdapat tempat perkemahan yang disediakan oleh pengelola setempat. Area luas ini sering digunakan untuk kegiatan berkemah. Terdapat juga fasilitas outdoor yang terletak tidak jauh dari lokasi gua.

Baca juga: Puncak Kosakora, spot selfie kekinian di Jogja

Selain itu, gua ini memiliki tangga beton untuk memudahkan wisatawan mengakses pintu masuk gua. Bagian dasar goa juga dalam kondisi baik, sudah dicor beton untuk memudahkan wisatawan berjalan melewati lorong-lorong goa. Berikut aktivitas yang dapat dilakukan pengunjung di Gua Kiskendo.

Nikmati keindahan Goa

Gua Kiskendo bisa jadi alternatif destinasi liburan Anda selanjutnya. Tak hanya ornamen serta stalaktit dan stalagmitnya yang indah, tempat ini juga menyuguhkan cerita wayang yang menarik untuk disimak. Anda bisa menjelajahi setiap sudut gua yang tercipta akibat fenomena geologi tersebut.

Ada ruangan-ruangan di dalam gua yang bisa Anda nikmati. Ruangan tersebut memiliki nama dan sejarahnya sendiri, yang akan dijelaskan oleh pemandu wisata setempat kepada Anda. Keindahan bebatuan yang ada di dalam gua juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Perburuan Foto

Jika Anda mempunyai hobi fotografi, tidak ada salahnya menjadikan tempat wisata ini sebagai tujuan berburu Anda selanjutnya. Gua Kiskendo menawarkan berbagai objek indah yang bisa Anda abadikan dengan kamera. Keindahan unik stalaktit dan stalagmit dengan berbagai ukuran terlalu indah untuk dilewatkan.

Jam buka Gua Kiskendo dan biaya masuk

Anda yang ingin mengunjungi tempat wisata ini bisa berkunjung pada jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Untuk memasuki kawasan wisata Gua Kiskendo, wisatawan hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp. 6.000 per orang. Kemudian bisa sewa senter dan helm seharga 10.000, biaya parkir motor 2.000 dan 5.000.

Baca juga: 58 Tempat Wisata di Jogja Paling Menarik yang Wajib Dikunjungi

Peta lokasi Gua Kiskendo

Tips berwisata ke Gua Kiskendo

  • Berhati-hatilah saat hampir sampai ke gua karena jalannya sempit.
  • Sangat disarankan agar Anda menggunakan jasa pemandu saat berjalan melewati lorong gua.
  • Bawalah senter ke dalam gua sebagai sumber penerangan.
  • Selalu berhati-hati di dalam gua karena terowongan memiliki banyak cabang dan tidak semuanya diterangi lampu.
  • Perhatikan perilaku dan perkataan Anda karena tempat ini dianggap suci oleh penduduk setempat.
  • Selalu memperhatikan kebersihan dan kelestarian dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Galeri foto Gua Kiskendo

Selamat datang di Gua Kiskendo

Pintu masuk gua
Tangga di pintu masuk gua
Potret di luar gua
Gua Kiskendo
Hunting foto di dalam gua

Source: www.tempatwisata.pro

Related Articles

Back to top button