Tak Berkategori

Pulau Benggala, sekilas tentang pesona pulau terluar Indonesia di Aceh Besar

Temukan keindahan tersembunyi Pulau Benggala di Aceh Besar, permata utama Indonesia yang menawarkan pesona alam tak terlupakan.

Biaya tur: Mulai dari Rp 100.000, Jam beroperasi: 24 jam, Alamat: Kecamatan Pulo Aceh, Kab.Aceh Besar, Aceh; Map: Periksa lokasinya

Pulau Benggala merupakan salah satu pulau terluar Indonesia dan terletak persis di Aceh. Lokasinya berbatasan langsung dengan perairan India. Pulau tak berpenghuni ini memiliki kekayaan hayati berupa terumbu karang yang luar biasa.

Pulau ini hanya terdiri dari bebatuan yang berasal dari batuan vulkanik. Pulau ini cocok dikunjungi bagi anda yang menyukai alam liar atau pecinta alam. Di bawah ini adalah hal-hal menarik tentang pulau ini yang perlu Anda ketahui sebelum berkunjung.

Atraksi yang ditawarkan pulau Benggala

Pemandangan pulau BenggalaFoto oleh Perusahaan Laut / Google Maps

1. Pulau di ujung barat Indonesia

Mungkin Anda masih bingung atau belum paham dengan pulau-pulau terluar Indonesia di sebelah barat. Sebagian orang menganggap Pulau Weh adalah pulau terluar di Indonesia. Namun, ternyata hal ini salah.

Meskipun Kota Sabang merupakan kota paling barat di Indonesia dan terletak di Pulau Weh, namun sebenarnya Pulau Benggala merupakan pulau terjauh Indonesia di sebelah barat.

Pulau ini berbatasan dengan perairan India dan terletak di antara Teluk Benggala dan Laut Andaman.

Jika Pulau Weh terletak pada koordinat 5° 55 LU dan 95° 0 BT, maka masih tertinggal jauh dengan Pulau Benggala yang berada pada 5° 47 LU dan 94° 58 BT.

Lagu dari Sabang sampai Merauke memang tidak salah karena merujuk pada kota paling barat dan paling timur Indonesia. Namun salah jika menganggap Pulau Weh atau Pulau We merupakan pulau paling barat di Indonesia.

Pasalnya di wilayah paling barat Indonesia terdapat pulau lain yaitu kawasan wisata Pulau Benggala. Hal ini penting untuk diketahui oleh warga negara Indonesia.

2. Pulau tak berpenghuni

Dengan luas hanya 4 hektar, pulau ini bukanlah titik awal berdirinya negara Indonesia. Pulau ini hanya terdiri dari batuan vulkanik berwarna gelap dan terletak sekitar 14 meter di atas permukaan laut. Juga tidak ada tanaman hidup di sini.

Selain tidak ada tumbuhan di sana, Pulau Benggala Aceh Besar juga tidak berpenghuni, hanya terdiri dari perbukitan yang terbuat dari batuan vulkanik. Sebab, belum ada fasilitas wisata di pulau ini.

Meski demikian, cukup banyak pengunjung yang datang ke sini untuk merasakan pengalaman liburan yang istimewa.

3. Hutan mini di tengah lautan

Meski tidak berpenghuni dan tidak ada tumbuhan, namun terdapat banyak jenis terumbu karang di sini. Faktanya, terumbu karang menutupi sekitar 43% perairan di sekitar Pulau Benggala. Kondisi terumbu karangnya masih bagus dan keindahannya tetap terjaga.

Mulai dari bulu babi, siput, teripang, kepiting hingga kerang bisa ditemui di sini. Terdapat juga berbagai jenis ikan seperti teri, kakap, makarel, kerapu, dan tuna.

4. Sejarah penamaan pulau

Penasaran kenapa pulau ini dinamakan Pulau Benggala? Ternyata nama pulau tersebut berasal dari sebuah teluk yang memisahkan India dan Myanmar.

Namun ada juga yang mengatakan bahwa istilah Begal berasal dari sebuah kerajaan pada zaman dahulu yang pernah berjaya di Asia Selatan dan disebut dengan Kerajaan Benggala. Meski demikian, pulau ini merupakan salah satu pulau yang kedaulatannya harus dijaga.

5. Pulau Batu Tiga Belas

Perlu diketahui bahwa Pulau Benggala di Aceh Besar juga disebut Pulau Batu Tigabelas oleh penduduk setempat. Hal ini dimungkinkan karena pulau ini hanya terdiri dari beberapa bukit berbatu yang membentuk sebuah kepulauan.

Hal inilah yang membuat pulau ini begitu unik sehingga pengunjung menjadi penasaran seperti apa pulau paling barat di Indonesia ini.

Alamat dan rute menuju pulau

Alamat Pulau BenggalaFoto oleh Abdul Halim / Google Maps

Penasaran bagaimana rasanya bersantai di atas batu vulkanik di tengah laut? Anda bisa mengunjungi Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Dari Banda Aceh, dibutuhkan waktu sekitar 7 jam untuk sampai ke pulau ini dengan menggunakan speedboat. Setibanya di Pulau Weh, waktu tempuh hanya sekitar 3 jam.

Dari bandara Anda dapat berkendara ke pelabuhan feri Ulee Lheue. Anda bisa menuju Jalan Soekarno Hatta melalui Bandara Jalan Sultan Iskandar Muda. Dari bandara Anda perlu mulai memesan layanan antar-jemput.

Selanjutnya Anda perlu naik kapal feri menuju Pulau Weh atau mencari jasa kapal feri langsung menuju kawasan wisata Pulau Benggala. Anda bisa bertanya kepada penduduk setempat tentang cara menuju pulau dan tentang layanan antar-jemput atau penyewaan perahu.

Aktivitas yang menyenangkan

Aktivitas di Pulau BenggalaFoto oleh Syaifull Syaifull / Facebook

Santai

Anda bisa bersantai di atas bebatuan vulkanik sambil menikmati keindahan laut dan deburan ombak yang menghantam bebatuan. Tentu saja aktivitas bersantai ini akan terasa nikmat dan berbeda dari biasanya.

Anda bisa mengajak teman-teman untuk bersantai dan menikmati keheningan di Pulau Benggala Aceh Besar. Bisa dibilang objek wisata alam ini cocok bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk pikuk kota.

Anda bisa membawa perlengkapan piknik dari rumah dan membentangkan tikar di permukaan yang rata. Hal ini akan terasa lebih seru jika dilakukan bersama rombongan wisata.

Jika bersantai di bebatuan terlalu membosankan bagi Anda, Anda bisa berjalan-jalan di sekitar pulau. Dengan cara ini Anda akan lebih mengenal pulau ini, misalnya bebatuan dengan ukuran yang berbeda-beda.

Namun sangat disarankan untuk berhati-hati saat menjelajahi pulau ini. Batuannya cukup licin dan cukup berbahaya serta dapat mengakibatkan terpeleset dan terjatuh. Dalam hal ini, sangat disarankan untuk memakai sepatu bot anti selip.

Jelajahi pulau Bengal dengan perahu

Jika ingin mengenal pulau ini lebih dekat dan lebih dalam, Anda bisa menjelajahi Pulau Benggala dengan speedboat atau perahu. Tentu saja kegiatan ini akan terasa berbeda karena Anda bisa menikmati keindahan pulau dari berbagai sudut.

Sensasi berlayar di lautan luas ditemani segarnya angin laut memang mengasyikkan. Hal ini tentunya akan menjadi pengalaman petualangan seru yang tidak akan terlupakan.

penangkapan ikan

Karena di kawasan ini terdapat berbagai jenis ikan yang mudah ditemukan, Anda bisa memanfaatkannya untuk memancing. Namun, pastikan Anda membawa peralatan memancing dari rumah.

Anda bisa memilih tempat memancing yang menurut Anda strategis dan nyaman untuk digunakan sambil menunggu hasil tangkapan.

Makan

Perlu diketahui bahwa Pulau Benggala Aceh Besar tidak memiliki fasilitas apa pun sehingga Anda perlu membawa peralatan yang diperlukan dari rumah. Usai memancing, Anda bisa langsung mengolahnya di pulau.

Anda bisa membawa peralatan memasak seperti kompor gas portable. Peralatan makan juga penting agar Anda dapat menikmati makanan dengan nyaman. Jangan lupa minum minuman segar untuk melepas dahaga.

Tentu saja santapannya akan terasa nikmat ditemani panorama laut dan bebatuan vulkanik.

Difoto

Momen unik dan spesial ini perlu Anda abadikan dengan mengambil foto yang bisa Anda unggah dan bagikan ke media sosial. Anda juga bisa membagikan pengalaman liburan Anda melalui video atau vlog yang diunggah.

Ada banyak spot foto yang bisa dijadikan background, mulai dari bebatuan vulkanik, lautan luas, hingga langit biru.

Fasilitas yang tersedia di kawasan pulau

Fasilitas Pulau BenggalaFoto oleh Perusahaan Laut / Google Maps

Kawasan wisata Pulau Benggala, pulau yang masih perawan dan belum terjamah aktivitas manusia, saat ini belum memiliki fasilitas. Alasan utamanya adalah pulau ini tidak berpenghuni.

Sebagian besar wilayahnya berbatu-batu sehingga kurang cocok untuk pemukiman atau pengembangan sebagai tujuan wisata.

Minimnya infrastruktur dasar seperti perumahan, jalur transportasi atau fasilitas umum lainnya membuat pulau eksotik ini tetap mempertahankan keaslian dan keindahan alamnya.

Pulau Benggala merupakan pulau paling barat Indonesia dan memiliki beragam keistimewaan mulai dari batuan vulkanik hingga keanekaragaman hayati yang kaya.

Source: www.pesisir.net

Related Articles

Back to top button